SUGAR COOKIEESS!!!
Seperti namanya sugar yang artinya gula dan cookies atau kue kering , sugar cookies ini rasanya manyiisss dan gampaang banget buatnya. Aku aja bisa..ahahahhaahah
Selain gampang dan enak, sugar cookies ini memacu kita untuk berkreasi. Kok bisa?
Bisa doongg..soalnya bisa di kasih topping apa aja :D
Ini resepnya:
3 Cups tepung terigu
1 sdt baking powder
1/2 sdt garam
225 gr mentega tawar
1 Cup gula halus (kalo males beli gula pasir di blender jg sama aja.. :p)
1 butir telur ayam ukuran besar
2 sdm susu plain cair (bisa pake susu kental manis yang di cairin..tapi rasanya jadi lebih manis)
Cara:
1. Campur baking powder, tepung terigu dan garam dalam satu mangkok
2. Di mangkok lainnya kocok mentega dan gula (bisa pake mixer 3-5 menit, bisa dikocok pake tangan juga,tapi agak pegel)
3. Kalo campuran no 2 kira-kira udah oke masukin campuran no 1. Uleni sampe kalis alias nggak lengket. Habis itu bungkus pake plastik, masukin kulkas paling nggak 1 jam. Bisa semalaman kalo mau..ahahahaha
4. Giling sampai tipis, kira-kira 4mm. Kalo ketipisan ntar keras, kalo ketebelan ntar ga mateng. Cetak deehh.
Naaahh..ini masalah toppingnya. Kalo mau kasi topping macem coklat mendingan belakangan aja biar ga meleleh, kalo gula/ kacang bisa lah di tempelin sebelum di oven.
5. Panasin oven kira-kira 175C. Masukin deh adonannya. Tunggu sampe bawahnya jadi kecoklatan
6. Sajikan selagi hangat :D Tapi kalo dingin lebih kriuk sih..hehehehe
ini diaaa..Sugar Cookies Ala Chef Tika :D
*dan lagi lagi saya tidak bisa memfokuskan kamera setelah tragedi kacamata hilang di Kapuas
Selasa, 30 Agustus 2011
Jumat, 05 Agustus 2011
Meme My Stocking Doll
Eish Eish Eisshh!! Sirkus Keliling udah sawangan!!! Tiddaaaakkk~
haduh haduuhh lama kali ga uplek2 ini :'( *ngelus2 layar
Biar ga sawangan lagi nih..eike mau bagi-bagi cerita..ENG ING EEEENNGG!!!
Stocking ni udah sekitar 2 tahun menggulung dengan cantiknya di meja belajar. Sama sekali belum pernah aku pake. Dari pada entu stocking menggulung dengan anggunnya sampai busuk digigitin kecoa mending aku ubah bentuknya aja..hohohohoh
Setelah itu aku mulai grusak grusuk di lemari, sapa tau ada kain bekas. *TARAAA* nemu jarik bekas. Ni jarik aku pake buat nari waktu sd dulu..hohohohoho
Ini lah bahan bahannya~
Setelah nemu bahan bahan asoy saatnya cek cek cek mesin jahit tua punya mamak. Setelah nyoba medal tu mesin tau tau *krek krek tuuing!* TIIDAAAAAAKKKKKK~! Karetnya putus..
Balik ke Memen.
Si Memen ini unyyuuu banget. Sebenernya dia ni kucing kampung tapi pasrahan macem kucing ras. Mau di sia-sia kayak apaaa deh dia tetep aja diem..hahahahah
Sekarang kangen berat sama si Memen, jadi untuk mengenang jasa si Memen yang bikin aku betah di sana, aku kasih lah nama si boneka ini MEME.
Btw ini diaa aksi Si Meme!
haduh haduuhh lama kali ga uplek2 ini :'( *ngelus2 layar
Biar ga sawangan lagi nih..eike mau bagi-bagi cerita..ENG ING EEEENNGG!!!
Boneka Meme dari Stocking Bekas
Jadi ceritanya nih aku nemu bantal bekas yang udah amit-amit bentuknya, tapi dakron dalemnya masih putih dan masih bisa ngembang. CLING! Kepikiran lah buat bikin boneka. Dipikir pikir aku nggak punya apa-apa buat bahan luarnya, semua kaen flanel ada di kos sedangan aku sekarang lagi di rumah.Pas bingung-bingung, masuk kamar mendadak ada cahaya *SHINESHINE* ADA STOCKING NGANGGUR!!Stocking ni udah sekitar 2 tahun menggulung dengan cantiknya di meja belajar. Sama sekali belum pernah aku pake. Dari pada entu stocking menggulung dengan anggunnya sampai busuk digigitin kecoa mending aku ubah bentuknya aja..hohohohoh
Setelah itu aku mulai grusak grusuk di lemari, sapa tau ada kain bekas. *TARAAA* nemu jarik bekas. Ni jarik aku pake buat nari waktu sd dulu..hohohohoho
Ini lah bahan bahannya~
Setelah nemu bahan bahan asoy saatnya cek cek cek mesin jahit tua punya mamak. Setelah nyoba medal tu mesin tau tau *krek krek tuuing!* TIIDAAAAAAKKKKKK~! Karetnya putus..
*sejenak mengheningkan cipta*
oke..aku jait tangan saja..dengan berat hati sebenernya..
Jahit-jahit-jahit
Utak-utik-utak-utik
Ketojos jarum
Jadilaaaaaahh~
MEME! Meme boneka stocking~!!
Nama Meme ini diambil dari nama kucing yang ada di Kalimantan, Memen. Kenapa Kalimantan? Karena bulan lalu selama sebulan aku berkelana di daerah Meliau, Kalimantan Barat. Gimana ceritanya? nanti-nanti lah =DBalik ke Memen.
Si Memen ini unyyuuu banget. Sebenernya dia ni kucing kampung tapi pasrahan macem kucing ras. Mau di sia-sia kayak apaaa deh dia tetep aja diem..hahahahah
Sekarang kangen berat sama si Memen, jadi untuk mengenang jasa si Memen yang bikin aku betah di sana, aku kasih lah nama si boneka ini MEME.
Btw ini diaa aksi Si Meme!
Sabtu, 04 Juni 2011
When the sun goes down
Berbagi gambar, sekedar untuk meredam bosan saat banyak waktu luang :)
Lokasi : Alun-alun Kidul, Yogyakarta
Kamis, 24 Februari 2011
Si Belang dan Bola Kuning
Si Belang memiliki mainan baru, sebuah bola yang bisa memantul dan ada bintik-bintik kuning disekitarnya. Belang memainkannya setiap waktu, waktu bangun tidur, sarapan, makan siang, bermain di taman, makan malam hingga sebelum tidur. Suatu sore dia bermain di kebun belakang dengan bola kesayangannya.
Semakin kencang dia melemparkannya ke tanah, semakin tinggi pula bola itu memantul ke udara. Saking senangnya dia memantulkan bola keras-keras hingga memantul tinggi sekali sampai keluar pagar rumah. Si Belang mengejarnya. Bola kuningnya tidak terlihat, "mungkin masuk ke kebun" pikirnya. Si Belang mulai memasuki kebun, bola kuning belum ketemu juga, semakin lama semakin dia memasuki kebun. Matahari mulai condong ke arah barat, warnanya mulai berubah menjadi orange kemerahan. Bola kuning belum juga ketemu.
Belang mulai frustasi "ah! hilang juga tidak apa-apa, nanti juga dibelikan lagi sama Ayah" katanya dalam hati. Cahaya matahari yang mulai redup membuat suasana kebun yang rindang semakin menakutkan. Belang mulai panik, dia berlari kesana kemari berharap menemukan jalan pulang. Tapi apa daya kebun yang rindang sudah gelap gulita, bahkan dia tidak bisa melihat telapak kakinya sendiri. Belang mulai berteriak "Ayyaaahhh!! Ibuuu!! Ayyyaaahhh!! Ibbuuu!!" namun tidak ada yang menjawab.
Belang mulai terisak, dia mencari perlindungan di pohon terdekat. Sambil duduk jongkok dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. "Huhuhuhuhuhuuu bagaimana aku bisa pulang?". Tiba-tiba kakinya menyentuh sesuatu, Belang terperanjat dan lompat menjauh, ternyata itu bola kuning. Dia senang bisa menemukan bola kesayangannya, tapi dia belum bisa pulang.
Dari kejauhan muncul kilatan-kilatan cahaya. "Belaangg..Bellanngg" teriak suara itu. Belang kenal suaranya..itu Ayah dan Ibu!! Belang langsung berlari menghampiri cahaya tersebut dan langsung memeluk Ayahnya. "Aku tersesaaatt" kata Belang sambil terbata-bata. "Sudah..sudah, jangan menangis lagi, ayo sekarang pulang"
Begitu sampai rumah, Belang langsung mandi tidak lupa dia membersihkan tanah yang menempel pada bola kuning. Ibu sudah menyiapkan makan malam yang enak, ada ayam bakar dan susu hangat kesukaan Belang. Dalam hati Belang berjanji tidak akan menyusahkan kedua orang tuannya lagi, dan juga tidak akan melemparkan bola kuning keras-keras agar tidak hilang.
~FIN~
Sirkus Keliling
Semakin kencang dia melemparkannya ke tanah, semakin tinggi pula bola itu memantul ke udara. Saking senangnya dia memantulkan bola keras-keras hingga memantul tinggi sekali sampai keluar pagar rumah. Si Belang mengejarnya. Bola kuningnya tidak terlihat, "mungkin masuk ke kebun" pikirnya. Si Belang mulai memasuki kebun, bola kuning belum ketemu juga, semakin lama semakin dia memasuki kebun. Matahari mulai condong ke arah barat, warnanya mulai berubah menjadi orange kemerahan. Bola kuning belum juga ketemu.Belang mulai frustasi "ah! hilang juga tidak apa-apa, nanti juga dibelikan lagi sama Ayah" katanya dalam hati. Cahaya matahari yang mulai redup membuat suasana kebun yang rindang semakin menakutkan. Belang mulai panik, dia berlari kesana kemari berharap menemukan jalan pulang. Tapi apa daya kebun yang rindang sudah gelap gulita, bahkan dia tidak bisa melihat telapak kakinya sendiri. Belang mulai berteriak "Ayyaaahhh!! Ibuuu!! Ayyyaaahhh!! Ibbuuu!!" namun tidak ada yang menjawab.
Belang mulai terisak, dia mencari perlindungan di pohon terdekat. Sambil duduk jongkok dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. "Huhuhuhuhuhuuu bagaimana aku bisa pulang?". Tiba-tiba kakinya menyentuh sesuatu, Belang terperanjat dan lompat menjauh, ternyata itu bola kuning. Dia senang bisa menemukan bola kesayangannya, tapi dia belum bisa pulang.
Dari kejauhan muncul kilatan-kilatan cahaya. "Belaangg..Bellanngg" teriak suara itu. Belang kenal suaranya..itu Ayah dan Ibu!! Belang langsung berlari menghampiri cahaya tersebut dan langsung memeluk Ayahnya. "Aku tersesaaatt" kata Belang sambil terbata-bata. "Sudah..sudah, jangan menangis lagi, ayo sekarang pulang"
Begitu sampai rumah, Belang langsung mandi tidak lupa dia membersihkan tanah yang menempel pada bola kuning. Ibu sudah menyiapkan makan malam yang enak, ada ayam bakar dan susu hangat kesukaan Belang. Dalam hati Belang berjanji tidak akan menyusahkan kedua orang tuannya lagi, dan juga tidak akan melemparkan bola kuning keras-keras agar tidak hilang.
~FIN~
Sirkus Keliling
Senin, 07 Februari 2011
Rajutan Sayap : Penggembala Domba
Manusia lahir dari Sang Cahaya
Mendengar, melihat, berucap
Belajar,bekerja
Siapa kau wahai Icarus?
Orang sinting perajut bulu dengan lilin
Peluk saja sunyi gelap dalam jeruji labirin
Warna apa? Terik apa?
Empat kakiku dulu melangkah terseok
Hingga derapan dua kaki
Menghalau bulu putih domba agar tak dilahap serigala
Menjalin cinta dan pergi menghilang dimakan usia
Menjadi bahagia seperti bagaimana mestinya
Mengapa kau merasa berbeda, Icarus?
Atau kau memang ingin dibedakan?
Semua orang menatapmu melesat melawan sang dewa angin
Tak kau hiraukan jerit ratapan ayah dibawah
Memeluk mentari yang jadi impianmu bocah malang
Terlalu sombong impianmu, atau terlalu sombong mentari untukmu?
Melesat tubuhmu bermandikan peluh
Aegea..di tubuh laut kau terhantam
Pencari nafas laut hanya merasakan koyak kecil gelombang
Serpihan bulu terseret arus kegilaan
Obsesi impian tak ada gunanya
Menangis Icarus malang
Tinggalkan ayahnya di ambang penyesalan
Tak kau ubah bulu domba jadi emas, tongkat kayu jadi abu
dan roda takdir terus berputar
Mendengar, melihat, berucap
Belajar,bekerja
Siapa kau wahai Icarus?
Orang sinting perajut bulu dengan lilin
Peluk saja sunyi gelap dalam jeruji labirin
Warna apa? Terik apa?
Empat kakiku dulu melangkah terseok
Hingga derapan dua kaki
Menghalau bulu putih domba agar tak dilahap serigala
Menjalin cinta dan pergi menghilang dimakan usia
Menjadi bahagia seperti bagaimana mestinya
Mengapa kau merasa berbeda, Icarus?
Atau kau memang ingin dibedakan?
Semua orang menatapmu melesat melawan sang dewa angin
Tak kau hiraukan jerit ratapan ayah dibawah
Memeluk mentari yang jadi impianmu bocah malang
Terlalu sombong impianmu, atau terlalu sombong mentari untukmu?
Melesat tubuhmu bermandikan peluh
Aegea..di tubuh laut kau terhantam
Pencari nafas laut hanya merasakan koyak kecil gelombang
Serpihan bulu terseret arus kegilaan
Obsesi impian tak ada gunanya
Menangis Icarus malang
Tinggalkan ayahnya di ambang penyesalan
Tak kau ubah bulu domba jadi emas, tongkat kayu jadi abu
dan roda takdir terus berputar
Rajutan Sayap : Icarus
Cahayamu adalah godaan bagiku
Terikmu adalah impian bagiku
Walau tak kau izinkan tetap akan ku ambil
Warnamu..panasmu..
Kurajut bulu dengan lilin
Tiap helai dengan tiap tetes
Gelap sunyi bukan halangan kalau mimpi bisa jadi kenyataan
Ribuan tahun mampu ku lewati asal bisa bebas dari labirin ini
Sayap terbentang, lihat aku mampu terbang!!
Biar orang berkata aku sinting tapi mereka tak bisa bersaing
Sebentar lagi kuraih kau kekasihku, sang mentari!
Mereka berteriak mengingatkanku jangan lupa diri
Apa salahnya meraih mimpi?
Ku peluk mentari..impianku dulu dari balik jeruji
Peluh lilin membakar kulitku
Aku jatuh..melesat kencang ke laut biru
Sayapku berantakan..bulu-bulu berterbangan
Biar semua orang mengatakan aku sinting
Tapi aku bisa memeluk mentari
Aku mati tapi aku tidak menangis
Aku jatuh tersenyum..sudah kudapatkan kekasihku!
Biar semua orang mengatakan aku sinting
Tapi mereka mengingat namaku
ICARUS..sang Manusia Terbang.
Terikmu adalah impian bagiku
Walau tak kau izinkan tetap akan ku ambil
Warnamu..panasmu..
Kurajut bulu dengan lilin
Tiap helai dengan tiap tetes
Gelap sunyi bukan halangan kalau mimpi bisa jadi kenyataan
Ribuan tahun mampu ku lewati asal bisa bebas dari labirin ini
Sayap terbentang, lihat aku mampu terbang!!
Biar orang berkata aku sinting tapi mereka tak bisa bersaing
Sebentar lagi kuraih kau kekasihku, sang mentari!
Mereka berteriak mengingatkanku jangan lupa diri
Apa salahnya meraih mimpi?
Ku peluk mentari..impianku dulu dari balik jeruji
Peluh lilin membakar kulitku
Aku jatuh..melesat kencang ke laut biru
Sayapku berantakan..bulu-bulu berterbangan
Biar semua orang mengatakan aku sinting
Tapi aku bisa memeluk mentari
Aku mati tapi aku tidak menangis
Aku jatuh tersenyum..sudah kudapatkan kekasihku!
Biar semua orang mengatakan aku sinting
Tapi mereka mengingat namaku
ICARUS..sang Manusia Terbang.
Senin, 10 Januari 2011
Kucing Biru
Hallo~ namaku Kucing Biru..
Aku sebenernya masih bingung kenapa Mom membuatku dengan warna biru
Tapi tu bukan masalah! aku malah senang sekali..
kenapa katamu? tentu saja karena aku beda dari kucing-kucing yang lain
Aku sayang sekali sama Mom! tiap malam aku selalu dipeluk sebelum tidur
Dad juga orang yang menyenangkan, aku suka diajak bermain, kami paling senang bermain seluncur perut!!
Aku ahli sekali dipermainan ini..
Dad bilang sebaiknya aku meluncur dari pada berjalan, Mom hanya tertawa.
Dad, perut kamu juga besar~ lalu Mom bilang padaku..Dad tidak meluncur, tapi guling-guling!
Aku tidak bisa berhenti tertawa saat itu, saat malam hari pun aku masih tersenyum mengingat perkataan Mom
Walaupun Dad suka ngomong seenaknya aku juga tetap sayang Dad
Aku sayang mereka semua..
Tapi aku kadang merasa kesepian waktu Mom dan Dad tidak ada dirumah.
Waktu aku bilang begitu sama Mom, Mom membuatkanku boneka Mom dan Dad!
Aku menyebut mereka Momini dan Dadymini!
Mereka lucuuu sekali~
Tidak akan aku biarkan mereka kotor..
Biar aku saja yang kotor..ups! jangan juga..
Tadi aku habis sembunyi dibawah kasur, lalu saat Mom menemukanku penuh dengan debu Mom marah-marah.
Serem juga kalau Mom marah~
Dad lebih banyak diam, tapi seperti yang aku katakan dari awal..Aku sayang Dad, karena Dad sayang aku dengan caranya sendiri
Aku sebenernya masih bingung kenapa Mom membuatku dengan warna biru
Tapi tu bukan masalah! aku malah senang sekali..
kenapa katamu? tentu saja karena aku beda dari kucing-kucing yang lain
Aku sayang sekali sama Mom! tiap malam aku selalu dipeluk sebelum tidur
Dad juga orang yang menyenangkan, aku suka diajak bermain, kami paling senang bermain seluncur perut!!
Aku ahli sekali dipermainan ini..
Dad bilang sebaiknya aku meluncur dari pada berjalan, Mom hanya tertawa.
Dad, perut kamu juga besar~ lalu Mom bilang padaku..Dad tidak meluncur, tapi guling-guling!
Aku tidak bisa berhenti tertawa saat itu, saat malam hari pun aku masih tersenyum mengingat perkataan Mom
Walaupun Dad suka ngomong seenaknya aku juga tetap sayang Dad
Aku sayang mereka semua..
Tapi aku kadang merasa kesepian waktu Mom dan Dad tidak ada dirumah.
Waktu aku bilang begitu sama Mom, Mom membuatkanku boneka Mom dan Dad!
Aku menyebut mereka Momini dan Dadymini!
Mereka lucuuu sekali~
Tidak akan aku biarkan mereka kotor..
Biar aku saja yang kotor..ups! jangan juga..
Tadi aku habis sembunyi dibawah kasur, lalu saat Mom menemukanku penuh dengan debu Mom marah-marah.
Serem juga kalau Mom marah~
Dad lebih banyak diam, tapi seperti yang aku katakan dari awal..Aku sayang Dad, karena Dad sayang aku dengan caranya sendiri
I Love You Mom Dad
Langganan:
Postingan (Atom)








